Selasa, 23 April 2013

[budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali

 

Dari proporsal pertama di awal taon 2000 aja udah ada pro dan kontra , salah satu mantan moderator disini pernah ketemu pak teddy yusuflah. salah satu ciri khas orng tionghoa itu kelenteng toh tp itu katanya gambar awal aja mau niru xihu en kelenteng dianggap agama bukan identitas budaya makanya gak perlu dibangun. dari penuturan mantan modie itu saya bisa ambil kesimpulan kalu msh banyak org tionghoa alergi ama kelenteng dan mereduksi peranan kelenteng dari community center menjadi seolah2 tempat yg haram. btw kita jg gak usah perlebar urusan psmti ama inti ya.

--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, bong_felix@... wrote:
>
> Selamat malam bung Greysia,Zhoufy,Agoeng and all, 32 tahun kita dikekang secara budaya dan selama itu pula boleh dikatakan tidak ada satupun Tionghoa yg berani tampil untuk duduk sejajar dengan suku lainnya di Indonesia, apakah kita harus menangisi hari hari kelabu masa lalu ? Kita boleh bersyukur bahwa diantara kita ada orang yg terpanggil untuk maju sebagai pengagas Taman Budaya Tionghoa beliau tak lain dan tak bukan adalah pak Tedy Yusuf, sementara para cerdik cendekiawan dan para intelektual hanya bisa ngomong kosong. Bahkan pada saat beliau menerima penyerahan tanah tersebut secara langsung oleh mantan presiden Soeharto beliaupun kebingungan ...... karena pada saat itu tidak ada orang yg sanggup mendesign TBTI sesuai dengan kultur dan budaya peranakan, bahkan salah satu universitas yg ternamapun tidak sanggup akhirnya TBTI didesign oleh tim dari Tiongkok dan ternyata design tersebut disetujui oleh mantan Presiden Soeharto . Nah itulah yg saya ketahui dari blueprint nya TBTI, kita tidak bisa menyalahkan siapa siapa dalam hal ini. Jadi yg terjadi terjadilah ....... masa lalu harus kita jadikan pengalaman bukannya harus kita cari kambing hitamnya. Kini disaat ke Tionghoa-an kita diakui secara hukum masihkah kita harus meng-kotak kotak-kan diri dalam polemik ? Kami adalah sekumpulan orang bodoh (ada pepatah : orang pintar pakai mulut orang bodoh pakai tangan ) yg mau meluangkan waktu dan tenaga demi lestari budaya Tionghoa, kami tidak minta gaji dan perhatian yang kami minta hanya suport dari kaum Tionghoa Indonesia. Kami pun sadar kami bukan lah apa apa dan siapa siapa karena kami semua adalah manusia biasa yg penuh dengan kelemahan.
> Wassalam Bong Felix
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> -----Original Message-----
> From: Greysia <greysiagreysia@...>
> Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Date: Tue, 23 Apr 2013 16:59:55
> To: budaya_tionghua@yahoogroups.com<budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
>
> Yah, goeng.. Mendingan gue ikutkaum kaypang ngamen tapi yang disuarakan bener isinya, dibanding bikin museum tapi gak jelas konsepnya. Konon katanya museum yang mewakili tionghoa indonesia, tapi kok arsitekturnya budaya tinggi - ala kerajaan - ala taiwan - ala shaolin kalo bisa diramu semua. Padahal jelas2 leluhur kita yg datang kesini 80%itu rakyat biasa, gak kenal bangunan megah, taunya bangunan kampung yang sederhana namun sarat makna krn dibangun dengan kesungguhan hati mau mengembangkan hidupnya di indonesia.
> Gue ini rakyat kebanyakan, kalo ngeliat gambar museumnya aja cuma merasa 'wow' tapi gak punya kesan hangat di hati kayak pulang ke rumah kung2 gue.
>
> Kalo tu museum dsb dikatakan mewakili budaya tionghoa, sori aje ye jek, gak kenal budaya raja2 itu. Apa yang bangun punya inferior complex sehingga gak bisa membuat museum yang membumi, hangat di hati, mengingatkan pada masa kecil kita.
> Harus ya emangnya, jor joran memperlihatkan kalo orang tionghoa budayanya tinggi, banyak duit, dan mampu.
>
> Grey
>
> On 23 Apr 2013, at 14:44, agoeng_set@... wrote:
>
> > Sepertinya bukan kayak gitu, tp maksudnya om ghozali dkk ini ga pake banyak omong langsung diriin yayasan, bangun museum, ga kayak lo pada kaypang kerjaan cuma cuap2 disini, diskusi ga jelas ampe pagi, or cuap2 seminar didepan org2 yg jumlahnya dikit bener, ga pake bikin buku ma pelem2 ga berguna segala, juga ga usah ngamen keliling pulau buat moto2 acara cutbio or seminar2an. Langsung donk ambil action bikin yayasan, bikin museum. Getu maksudnya
> >
> > From: "Dada" <wrw.hzh@...>
> > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > Date: Tue, 23 Apr 2013 06:55:45 -0000
> > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> >
> >
> > oh begitu , Berarti bung Ghozalli pandai praktek bazi , TCM , dsbnya , sungguh luar biasa .....
> >
> > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > >
> > > Bung Dada kalau ditanya apa yang bisa saya sumbangkan untuk milis ini? Jawabnya saya ini malah mau menimba pengetahuan tentang Budaya Tionghoa dari milis yang kebetulan namanya juga Budaya Tionghua (cuma beda 1 huruf). Itulah sebabnya saya kepingin milis ini tetap ramai dan tidak colaps. Tentu saja pengetahuan saya tidak sehebat bung Dada - saya mah tidak punya kepandaian tulis menulis sejarah. Hari ini saya dan teman2 antara lain pak Teddy Jusuf, dr. Ibrahim Irawan, Sudarman, Bong Felix, Suyin, dan Wisnu sedang diskusi mengenai pembentukan Yayasan Lestari Budaya Tionghoa. Kami diskus mengenai Museum Budaya Tionghoa yang akan ada di Taman Budaya Tionghoa - TMII. Mudah2an tg 17 Agt ini bisa dilaunching. Karena kita orang tidak pandai dalam teori maka kita langsung praktek saja deh. Kalau ada pertanyaan tentu kita akan tanyakan kepada para sianseng yang memang paham tentang seluk beluk budaya Tionghoa. Salam TG. Terlampir 1 attachment
> > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: "Dada" <wrw.hzh@>
> > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > Date: Tue, 23 Apr 2013 03:00:08
> > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > >
> > > Cobalah bung Ghozalli berfokus pada isi daripada membahas rame-sepi , atau jumlah member sekian ratus ribu . ........
> > >
> > > Ada forum yang membernya gak sampe 100 tapi produktif dan bernas diskusinya , ada yang member ratusan ribu tapi diskusi ngalor ngidul gak keruan yang isinya selamat pagi siang sore selamat ultah dan copasan kata-kata mutiara ........facebook yang membernya jutaan pun banyak , itu page fans artis korea bisa jutaan ,
> > >
> > > kalau ukurannya begitu yah franz magnis suseno jumlah pembacanya pun kalah dengan pembaca harry potter
> > >
> > >
> > > berhentilah bahas forum lain , saya kalau bahas forum lain lebih baik saya tidak gabung disini hihihihihi wong misi dan visinya ajah beda , ada memang grup spesialis pengumpul jempol , lah buat apa ?
> > >
> > > .......sekarang balik lagi pada bahasan utama forum , budaya dan sejarah tionghoa , apa yang bisa Ghozalli sampaikan tentang itu , apa pengetahuan ghozalli tentang budaya dan sejarah tionghoa itu sendiri ........
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > > >
> > > > Ibarat mobil mogok berat sekali didorongnya. Nah sekarang milis butiong sudah jalan tinggal diisi bensin tiap hari. Tanpa bensin ini mobil mogok lagi. Kalau dah mogok owe sorangan kagak sanggup dorong lagi. Sebaiknya kita isi bensinnya tiap hari dengan artikel positip. Entah mengapa owe lebih suka milis katimbang FB. Padahal ada teman yg ajak kelola (isi) FB Muda Tionghoa yg anggotanya hampir 200 ribu juga owe tampik. Mungkin owe ini gaptek. Salam TG
> > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: "Ardian" <ardian_c@>
> > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > Date: Mon, 22 Apr 2013 16:25:58
> > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > >
> > > > gak barenganlah, tjoema terima sms aje soal panas dingin disini. lagean gak semuanya pada nongol. sebenernya seh modie2nya udah beralih ke generasi selanjutnya dari milist bt ini tp ngkale mrk lebih suka di fb buat ajang diskusinya.
> > > > nah generasi muda modie itu udah ada bbrp yg terjun kasih sharing lho.
> > > >
> > > > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > > > >
> > > > > Wah locianpwee pada berdatangan. Mohon tanya dari gunung mana? Kok barengan semua? Tapi kalau benar para locianpwee mau meramaikan milis ini ya ada baiknya. Mari kita saling tukar pendapat dan saling menularkan ilmu pengetahuan terutama budaya Tionghoa. Benar kata locianpwee - soal Andry Harmony kita sudahi. Saya juga sudah malas membahasnya. Mengenai Andry adalah seniman yg saya pakai untuk membuat album DVD "Harmony in Surround Sound". Tapi saya tidak bermaksud promosi terselubung. Itu DVD kebanyakan saya kasih gratis katimbang dijual. Tujuannya cuma satu supaya generasi muda kita tahu tentang beragamnya instrumen musik Tionghoa. Salam TG
> > > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: leon.agustian@
> > > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Date: Sat, 20 Apr 2013 18:16:13
> > > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > > >
> > > > > Engkoh TG & Mingjin,
> > > > >
> > > > > Engkoh TG mendapat info tsb dari anak band, cuman beliau sudah tidak ingat lagi yg mana, kemudian engkoh Mingjin punya informasi bahwa info tsb tidak tepat. Bukankah jika engkoh Mingjin mau menyampaikan langsung info yg anda tahu untuk dikonfrontir dg engkoh TG, urusan langsung clear and bright? Kenapa engkoh Mingjin cuma bilang tahu saja dan tidak dijelaskan siapanya itu siapa, kapannya itu kapan, dimananya itu dimana.
> > > > >
> > > > > Dari diskusi ini sepertinya engkoh Mingjin merasa senang memojokkan orang yg dianggapnya salah, bukankah akan lebih baik, jika kita menemukan kesalahan org lain, kita bantu untuk clear-kan se-clear mungkin, jika yg bersangkutan tidak menerima, silahkan dilanjut dengan adu argumentasi dan data.
> > > > >
> > > > > Dan lagi mengenai Andry koq org lain yg ribut? Dibayar brapa sih buat bikin nama Andry Harmony jadi disebut-sebut terus di milis ini? Lagi promosi terselubung ya ? (Hehe, just kidding man..)
> > > > >
> > > > > Eh maaf, saya jadi ikut2an.
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Leon
> > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: ghozalli2002@
> > > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Date: Sat, 20 Apr 2013 06:43:03
> > > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > > >
> > > > > Dari anak band. Hanya itu saja . Salam TG
> > > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > > From: 明津 <indoguoyue@>
> > > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Date: Sat, 20 Apr 2013 06:36:40
> > > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > > >
> > > > > Bung Tjandra,
> > > > >
> > > > > Yang saya ingin tanyakan adalah apakah statement bahwa Andry Harmony belajar secara otodidak itu datang dari kesimpulan anda sendiri atau anda mendengar dari Andry Harmony langsung.
> > > > >
> > > > > Hanya itu saja
> > > > >
> > > > > Thanks
> > > > >
> > > > > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > > > > >
> > > > > > Oh pasal bung Andy Harmony? Perkara dia otodidak? Sebaiknya tanya langsung sama yg bersangkutan apa benar atau tidak? Dahulu sewaktu Harmony Orchestra lahir. Di Jakarta menurut pemantauan sy blm ada sekolah chinese music. Kalau sekarang sih banyak di VOC Galangan juga ada. Salam TG
> > > > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > > > >
> > > > > > -----Original Message-----
> > > > > > From: 明津 <indoguoyue@>
> > > > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > > Date: Sat, 20 Apr 2013 05:39:26
> > > > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > > > >
> > > > > > Pak Tjandra Ghozalli.
> > > > > >
> > > > > > Silahkan check kembali thread tentang DVD Chinese Orchestra
> > > > > > Thanks
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > Mohon tanya pertanyaan apa ya? Boleh diposting ulang? Salam TG
> > > > > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > > > > >
> > > > > > > -----Original Message-----
> > > > > > > From: 明津 <indoguoyue@>
> > > > > > > Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > > > Date: Sat, 20 Apr 2013 03:21:11
> > > > > > > To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
> > > > > > > Reply-To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
> > > > > > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
> > > > > > >
> > > > > > > ahh, Akhirnya anda muncul lagi pak Tjandra Ghozalli, saya juga masih menunggu jawaban dari pertanyaan saya di milis ini terhadap posting anda sebelumnya :-)
> > > > > > > Semoga milis ini tetap ramai dan bisa membantu kita untuk lebih mengerti dan mencintai budaya Tionghua
> > > > > > >
> > > > > > > --- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, ghozalli2002@ wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > Dear member, setahun yang lalu milis Budaya Tionghua masih ramai dikunjungi dan diposting membernya. Namun sekarang sepi bagaikan gurun Gobi. Milis Budaya Tionghua penuh dengan keunikan dan memori indah. Sayang untuk ditinggalkan begitu saja. Saya tahu sekarang sudah ada Facebook namun tidak semua pemain daring menggunakannya. Walaupun dahulu banyak member (terutama member baru) takut masuk ke dunia "kangouw" budaya Tionghoa karena suka dikeroyok ramai ramai oleh para pendekar Liang San tetapi justru disana keunikannya. Saya bukanlah moderator dari milis ini tetapi entah mengapa saya konsern dengan keberadaan milis ini. Saya tahu banyak suhu budaya Tionghua kini sudah naik gunung. Banyak pertanyaan yang menyangkut budaya Tionghoa tak terjawab. Malah pertanyaan saya tentang topik menarik "Tour ke Akhirat" toh tidak bergaung. Oleh karena itu saya himbau kepada para pendekar, para begal, para begundal, dan para suhu untuk turun gunung. Tunjukan ke punsuan mu, mari ramaikan lagi milis ini. Sumbangkan ke ahlian mu untuk mencerahkan mereka yang membutuhkan penjelasan tentang budaya Tionghua. Sayang ilmu kalian disimpan begitu saja - tularkan pada yang lain supaya budaya Tionghoa tetap langgeng di bumi Nusantara sesuai misi dari komunitas ini. Jangan jadikan milis ini seperti gurun pasir tetapi jadikan seperti sekolahan atau loytay ajang pertandingan yang ramai disaksikan orang. Semoga saja himbauan saya ini mendapat sambutan dari member lain. Salam TG ("pendekar" kesepian)
> > > > > > > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> > > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> >
>

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (148)
Recent Activity:
.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

MARKETPLACE


.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar