Senin, 22 April 2013

[budaya_tionghua] Review Film : "A Simple Life"

 

Review Film : "A Simple Life"

Published on Tuesday, 15 January 2013 21:11
Written by Huang Dada
3

Budaya-Tionghoa.Net |Seorang pengasuh kerap kali mengabdi hampir seumur hidupnya dalam satu keluarga selama beberapa generasi. Dalam keseharian yang panjang lama-lama sang pengasuh itu serasa menjadi bagian anggota keluarga sendiri . Dia tahu rahasia keluarga yang paling dalam bahkan seringkali ikut bersedih saat keluarga tertimpa masalah. Dia merasa bagian dari anggota keluarga dan pihak keluarga menganggap dia sebagai saudara sendiri juga. Dalam kondisi seperti ini batas-batas hirarki sosial menjadi kabur.

 

ARTIKEL TERKAIT :

 Inilah tema utama dari "Simple Life" , sebuah film Hong Kong yang digarap oleh Ann Hui. Seperti judulnya , film ini juga sederhana , tidak berbelit-belit , tetapi penuh makna akan realitas hidup. Saya menghayati film ini karena dalam keluarga besar sayapun  ada pengasuh yang seperti itu dan telah mengabdi selama 4 generasi sampai akhirnya pensiun juga setelah ikut cici saya selama beberapa tahun. Karena latar belakang ini maka film "Simple Life" ini benar-benar menyentuh bagi saya pribadi.

Roger (Andy Lau) seorang produser film yang hidup di apartemen bersama pengasuhnya yang telah mengabdi sekian generasi . Ah Tao menjadi saksi perjalanan panjang keluarga Roger dan suka-dukanya.  Seiring bertambahnya usia si pengasuh itu , Chan Chung Tao atau disingkat Ah Tao (Deannie Ip) mulai mengalami masalah kesehatan . Suatu hari Roger pulang kerumah dalam keadaan pintu terkunci dan dia lupa membawa kunci. Pintu tidak ada yang membuka karena Ah Tao terkena gejala stroke dan terpaksa dilarikan di rumah sakit.

Ah Tao tidak mau merepotkan Roger dan meminta untuk dikirimkan rumah jompo . Roger tanpa ragu menanggung biaya perawatan untuk Ah Tao. Dirumah jompo itu Ah Tao bertemu dengan orang-orang tua renta yang terpisah dengan keluarganya karena tingkat kesibukan yang tinggi di Hong Kong. Ah Tao mulai bergaul dan menyesuaikan diri dengan sekitar , dengan aturan-aturan yang ada di rumah jompo tersebut , seraya melihat problema yang berbeda yang dihadapi orang-orang tua tersebut terhadap sesamanya dan juga terhadap kerabat-kerabat mereka disaat berkunjung.

Roger sesekali mengunjungi Ah Tao . Dengan penuh kasih sayang seperti layaknya anak kandung – Roger tidak membiarkan Ah Tao berkerja keras . Roger malah mengambil sapu untuk membersihkan ruangan Ah Tao. Disisi lain Ah Tao dalam lubuk hati dalamnya tetap tidak mau merepotkan majikannya yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Ah Tao enggan menerima uang pemberian Roger dan malah menasehati agar Roger jangan membazir waktu untuk mengunjunginya. Cinta kasih Ah Tao benar-benar seperti ibu kandung yang suka berbohong agar anaknya tidak resah memikirkan orangtua. Dikesempatan lain Ah Tao bersama rekan-rekannya yang juga mengenal Ah Tao menyempatkan diri untuk berbincang bersama-sama via telepon untuk memberikan semangat untuk Ah Tao dalam mengatasi gejala strokenya.

Kesederhanaan film ini demikian kaya makna akan kehidupan. Menonton "Simple Life" mengingatkan saya akan film "Departures" dimana alur cerita mengalir alami seperti air yang bening . Tidak ada kerumitan , tidak ada antagonis melainkan undangan bagi penonton untuk melihat sisi kehidupan yang sederhana. Dalam kota sebesar Hong Kong , kesendirian menjadi salah satu sisi kehidupan dimana jutaan manusia berkerumun dalam ruang sesaknya masing-masing .  Kekuatan film ini dibangun oleh adaptasi kisah nyata dan kekuatan akting dari Deanni Ip dan Andy Lau serta pengalaman Ann Hui sebagai seorang sutradara dan realitas yang diadaptasi dari kisah nyata.

"Simple Life" menerima berbagai penghargaan terutama bagi Deanni Ip yang mendominasi berbagai festival sekelas Venezia , Golden Horse , Hong Kong Critics , Asian Film Awards , Festival Okinawa , Hong Kong Film Awards , Paris International , Shanghai Film Critics , Festival Durban . Andy Lau dan Ann Hui walau tidak sebanyak Ip tetap mendapatkan beberapa penghargaan. Sayangnya film ini gagal mewakili Hong Kong di Academy Award untuk mendampingi film Chinese lainnya yang digarap Chen Kaige – Caught In The Web.


Review Film : "A Simple Life"

Rating 9 / 10

Huang Dada

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

MARKETPLACE


.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar