Minggu, 14 April 2013

[islam-kristen] 15april

 

"Bekerjalah untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal"

(Kis 6:8-15; Yoh 6: 22-29)

" Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (Yoh 22-29), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· "P4" = Pergi Pagi Pulang Petang, demikian sindirian bagi sementara orang yang harus bekerja keras, sejak bangun pagi sampai istirahat malam sibuk terus, entah termasuk dalam perjalanan atau tidak. Memang ada orang-orang yang tidak pernah melihat matahari di sekitar rumahnya atau tempat tinggalnya karena harus berangkat kerja pagi-pagi benar dan baru pulang kembali ke rumah larut malam. Ada orang yang memang harus berbuat demikian karena tempat tinggal dan tempat kerjanya jauh, dan ada orang yang memang sejak pagi-pagi benar sudah bekerja tanpa istirahat sampai larut malam. Apa yang mereka cari? Uang atau harta benda guna memenuhi kebutuhan hidup berkeluarga, itulah jawaban umum atas pertanyaan tersebut. Kiranya tidak salah jika orang bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga, akan menjadi salah jika dengan demikian orang bersikap mental materialistis. Karena kita semua setiap hari pada umumnya sibuk, entah bekerja atau belajar, maka hendaknya dengan bekerja atau belajar kita juga semakin suci, semakin membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Maka hayatilah, entah belajar atau bekerja, bagaikan sedang beribadat, merupakan panggilan Tuhan. Dengan kata lain marilah kita temukan dan hayati Tuhan yang senantiasa hidup dan bekerja dalam kesibukan kita belajar atau bekerja. Ketika sedang beristirahat, entah rekreasi atau tidur, hendaknya dihayati dalam Tuhan. Segala sesuatu hendaknya dihayati dan dilaksanakan dalam Tuhan, karena dengan demikian kita sungguh bekerja untuk hidup mulia dan bahagia bersama Tuhan selamanya.

· "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita." (Kis 6:13-14), demikian kesaksian palsu yang dituduhkan kepada para rasul. Berjuang dan bekerja untuk kehidupan kekal atau nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan yang menyelamatkan jiwa manusia memang akan menghadapi tuduhan-tuduhan palsu dari orang-orang yang bersikap mental materialistis, yang merasa diserang atau dipojokkan oleh perjuangan dan kerja kita. Jika anda harus menghadapi tuduhan atau kesaksian palsu yang demikian itu hendaknya tetap tenang dan tegar. Berjuang demi kebenaran dan keselamatan jiwa memang tak akan pernah terlepas dari aneka tantangan, hambatan dan masalah. Mengimani Yesus yang telah wafat di kayu salib serta dibangkitkan dari mati memang berarti mati bagi dosa dan kemudian hidup bagi Tuhan, dalam situasi dan kondisi apapun senantiasa mengabdi dan membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Percayalah bahwa jika kita hidup dan berjuang dalam dan demi Tuhan kita pasti akan mampu mengalahkan aneka kebohongan dan kepalsuan yang dilakukan oleh orang-orang yang bersikap mental materialistis di lingkungan hidup dan kerja kita. Kita semua juga dipanggil untuk menjernihkan dan membersihkan adat-istiadat atau kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, dan tentu saja yang baik tetap kita abadikan. Adat-istiadat yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, yang tidak mengusahakan keselamatan jiwa manusia hendaknya ditinggalkan.

"Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku -- ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib " (Mzm 119:23-24.26-27)

Ign 15 April 2013

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar