Rabu, 17 April 2013

[islam-kristen] Bom Boston Picu Kekhawatiran Muslim Amerika

 

Ledakan bom Boston memicu ketakutan dan kekhawatiran sebagian besar warga muslim di Amerika Serikat (AS). Kebanyakan mereka khawatir akan terkena imbas jika pelaku di balik ledakan tersebut ternyata seorang ekstremis Islam.

Sejumlah organisasi Islam di AS langsung mengeluarkan pernyataan tegas pasca dua ledakan bom saat event bergengsi Boston Marathon pada Senin (15/4) sore waktu setempat. Sebagian besar mengecam ledakan yang menewaskan 3 orang dan melukai lebih dari 170 orang tersebut.

Hingga saat ini, belum ada satu pelaku pun atau pihak-pihak terkait ledakan yang ditangkap aparat federal AS. Namun berbagai spekulasi soal dalang di balik ledakan tersebut berkembang luas di masyarakat. Mulai dari anggota kelompok sayap kanan di AS sendiri atau ekstremis kulit putih, hingga kelompok Islamis asing atau militan sejenis Al-Qaeda.

Juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Ibrahim Hooper menuturkan, sudah banyak organisasi muslim yang mulai menerima 'pesan kebencian' terkait ledakan tersebut. Namun sebagian besar masih berupa kecaman semata, belum ada yang bernada serius.

"Anda tidak ingin menimbulkan kesan bahwa Anda lebih mempedulikan vandalisme di masjid atau sejenisnya, daripada serangan kekerasan yang merenggut sejumlah nyawa dan melukai banyak orang," ucap Ibrahim Hooper seperti dilansir AFP, Rabu (17/4/2013).

"Tapi dalam kasus semacam ini, selalu ada sesuatu di dalam pikiran kita, soal kemungkinan adanya reaksi keras. Kita hanya bisa menunggu perkembangan penyelidikan," imbuhnya.

Kekhawatiran umat muslim di AS semakin menjadi meski belum ada satupun Islamis atau jaringan militan terkait ektremis Islam yang dipastikan terlibat. Sahar Aziz dari Institut Pemahaman dan Kebijakan Sosial (ISPU) menilai, memang sudah sewajarnya umat Muslim khawatir soal pelaku di balik ledakan tersebut.

"Karena stereotipe muslim sebagai teroris dan ketidaksetiaan telah mengakar dalam kebudayaan Amerika, maka kemungkinan besar umat muslim di Amerika akan mendapat reaksi keras jika pelakunya ternyata... adalah seorang muslim. Reaksi keras tersebut bisa berupa kejahatan karena kebencian, penghancuran masjid, pengusiran dari pesawat, gangguan di sekolah dan dijadikan kambing hitam dalam sejumlah media massa," tutur Sahar Aziz.

Bahkan karena saking khawatirnya, sebuah organisasi Islam yang bermarkas di Los Angeles, Muslim Public Affairs Council (MPAC) mengunggah link artikel Washington Post yang berjudul: "'Please don't be a Muslim': Boston marathon blasts draw condemnation and dread in Muslim world." Link tersebut diunggah dalam akun Facebook milik MPAC.

"Apakah pikiran ini berkecamuk di dalam pikiran Anda hari ini? Nampaknya memang semua umat Muslim memikirkannya," demikian pernyataan MPAC mengomentari artikel tersebut.

Total ada sekitar 3,5 juta penduduk muslim di Amerika Serikat, atau sekitar 1 persen dari total populasi AS. Dalam polling yang dilakukan kelompok survei setempat, Pew, yang dipublikasikan pada Desember 2012, diketahui bahwa umat muslim di AS lebih cenderung menolak keras ekstremisme dibanding umat muslim lainnya di dunia.

__________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa iba dan kasihan kepada Muslim.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar