Selasa, 23 April 2013

Re: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali

Setahu saya di tiongkok sana. Budaya tiongkok nya sudah mulai.luntur. Skrg disana sudah mendekati moderenisasi bukan budaya tiongkok / westerenisasi
------Original Message------
From: bong_felix@yahoo.com
Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
Sent: 23 Apr 2013 9:55 PM

  Bung long.march yb, kita sebgai keturunan Tionghoa tidak mungkin menghindarkan diri dari pengaruh budaya Tiongkok. Kasarnya tidak ada Tiongkok tidak mungkin ada Tionghoa jadi diakui atau tidak leluhur kita tetap dari daratan Tiongkok.
Sent from BlackBerry® on 3 From: "long.march@rocketmail.com" <long.march@rocketmail.com> Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com Date: Tue, 23 Apr 2013 13:00:42 -0000 To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com> ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com Subject: [budaya_tionghua] Re: Sayang Sekali
  budaya peranakan ? terus yang design tim "totok" dari Tiongkok getu ?

--- In budaya_tionghua@yahoogroups.com, bong_felix@... wrote:
>
> Selamat malam bung Greysia,Zhoufy,Agoeng and all, 32 tahun kita dikekang secara budaya dan selama itu pula boleh dikatakan tidak ada satupun Tionghoa yg berani tampil untuk duduk sejajar dengan suku lainnya di Indonesia, apakah kita harus menangisi hari hari kelabu masa lalu ? Kita boleh bersyukur bahwa diantara kita ada orang yg terpanggil untuk maju sebagai pengagas Taman Budaya Tionghoa beliau tak lain dan tak bukan adalah pak Tedy Yusuf, sementara para cerdik cendekiawan dan para intelektual hanya bisa ngomong kosong. Bahkan pada saat beliau menerima penyerahan tanah tersebut secara langsung oleh mantan presiden Soeharto beliaupun kebingungan ...... karena pada saat itu tidak ada orang yg sanggup mendesign TBTI sesuai dengan kultur dan budaya peranakan, bahkan salah satu universitas yg ternamapun tidak sanggup akhirnya TBTI didesign oleh tim dari Tiongkok dan ternyata design tersebut disetujui oleh mantan Presiden Soeharto . Nah itulah yg saya ketahui dari blueprint nya TBTI, kita tidak bisa menyalahkan siapa siapa dalam hal ini. Jadi yg terjadi terjadilah ....... masa lalu harus kita jadikan pengalaman bukannya harus kita cari kambing hitamnya. Kini disaat ke Tionghoa-an kita diakui secara hukum masihkah kita harus meng-kotak kotak-kan diri dalam polemik ? Kami adalah sekumpulan orang bodoh (ada pepatah : orang pintar pakai mulut orang bodoh pakai tangan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
budaya_tionghua-digest@yahoogroups.com
budaya_tionghua-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar