Jumat, 19 April 2013

Re: [budaya_tionghua] Sayang Sekali

 

Ya facebook juga bagus tapi itukan buat sekiah. Kebanyakan jawaban bersifat celetukan dan pasang foto utk cari jodoh. Untuk senior yg ingin berdiskusi lbh dalam ya sebaiknya pakai milis. Salam TG

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: "ABSaleh" <absaleh@indo.net.id>
Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Date: Sat, 20 Apr 2013 12:31:55 +0700
To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Sayang Sekali

 

Zhou-heng, premis saya adalah komunitas budaya tionghoa yang selama ini sudah 'ngendon' di milis ini untuk bertahun-tahun, dan meramaikannya di waktu yang lalu.
 
Saya percaya kelompok dengan typologi ini tidak berpindah ke Facebook.
Mereka masih ada di sini, hanya saja sedang jeda meramaikan milis karema alasan yang saya sebutkan itu: Sedang tidak ada, atau sedang minim, issue yang 'seru'. PanduADan ketiadaan issue 'seru' itu karena kondisi ketionghoaan sedang bagus.
 
Wasalam.
 
==========================
 
Sent: Saturday, April 20, 2013 1:18
Subject: Re: [budaya_tionghua] Sayang Sekali
 
 

Kalau saya perhatikan, yg paling menjadi saingan ternyata media Facebook.

Millis sepi, facebook ternyata ramai sekali.
Anak2 muda yg lebih suka berkomentar singkat, nyeletuk nakal, dialog pingpong, lebih nyaman dng facebook.

Millis mungkin dianggap terlalu serius. Perlu ber panjang2, menulis dng logika bahasa yg runtut, dialog oneliner pun menjadi tabu, ini menjadi halangan bagi org tertentu.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "ABSaleh" <absaleh@indo.net.id>
Sender: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Date: Sat, 20 Apr 2013 00:11:09 +0700
To: <budaya_tionghua@yahoogroups.com>
ReplyTo: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Sayang Sekali
 
 

Tjandra-heng, saya juga termasuk yang dulu sering sekali posting di milis ini, lalu sekarang jarang.
Sehingga tentunya saya termasuk mereka yang 'tertuding' harus bertanggung-jawab atas sepinya milis ini sekarang.
Tetapi saya tidak merasa sayang, apalagi sayang sekali, atas fenomena menjadi sepinya milis ini.
 
Ghozalli sianseng sebagai orang media (punya majalah teknis kan berarti orang media juga), tentu tahu seloka dunia media "no news is good news".
Menurut saya "good news" inilah salah satu sebab utama mengapa sekarang "no news" di milis ini.
Yaitu karena situasi ketionghoaan Indonesia sekarang ini dalam keadaan "good", sehingga hanya ada sedikit "bad news", kebanyakannya "good news".
 
Barangkali bagi kita sulit untuk mengakuinya, tetapi kenyataannya isi milis ini di masa lalu memang banyak, kalau tidak mayoritasnya, yang merupakan refleksi dari situasi ketionghoaan dalam bangsa kita yang buruk ketika itu.
Diskriminasi, pelecehan, polemik kata "cina", sikap permusuhan pada RRT, dsb. dll.
 
Sekarang semua itu sudah berubah.
 
UU Anti Diskriminasi sudah diundangkan, dan berlaku sepenuhnya.
Sekarang ini kalau ada pejabat mencoba 'main', lalu teman tionghoa yang dirugikan bersikeras, a.l. dengan menyebut UU tsb., si pejabat akan ciut.
 
Kemajuan pesat RRT, termasuk dalam permainan politik regional, membuat sikap memusuhinya akan bikin rugi sendiri.
 
Bulan ini saya menerima undangan dari Yayasan Nabil untuk menghadiri acara bedah buku "Identitas Tionghoa Masa Kini", yang keseluruhan undangan tsb. mempergunakan 'bahasa dewa' dan dalam 'huruf cacing'. Samasekali tidak ada terjemahan dalam huruf latin dan bahasa Indonesia pada kartu undangan tsb., sehingga saya harus tanya kiri-kanan untuk tahu maksud undangannya.
Luar biasa!! Suatu hal yang tidak terbayangkan terjadi beberapa waktu yang lalu.
 
Dan tentunya kemajuan paling fenomenal adalah menangnya Ahok dalam kontes demokrasi yang paling penting dalam dekade ini, ditambah lagi sikap manajerial pemerintahan duet Jokowi-Ahok yang membagi tugas, Jokowi sebagai si lembut dan Ahok sebagai si galak. Ini tidak terbayangkan terjadi, katakanlah 5 tahun yang lalu, di mana rule of thumb-nya di masa lalu adalah si jawa yang main galak dan si cina yang main lembut.
 
Polemik kata "cina" memang tidak berakhir sesuai harapan sebagian die hards di milis ini.
Namun issue tsb. juga kelihatannya adem sendirinya, setelah masyarakat secara cair menerima bahwa kata "tionghoa" adalah mutlak dalam hal-hal yang resmi, sedangkan kata "cina" silahkan dipakai dalam keseharian dengan tanpa persepsi derogatif.
 
Yang di atas ini hanya beberapa contoh, contoh-contoh lain banyak sekali, dengan mudah teman-teman tentu bisa menambahkan contohnya.
 
Tentu saja ada faktor-faktor lain sebagai penyebab sepinya milis ini. Facebook, blog, BlackBerry chat mungkin merupakan media saingan.
Tetapi saya lihat milis-milis lain yang issue polemiknya masih hangat, ya tetap ramai tuh, meskipun adanya media saingan tsb.
 
Wasalam.
 
==============================================
 
 
From: ibcindon
Sent: Friday, April 19, 2013 8:26
Subject: RE: [budaya_tionghua] Sayang Sekali
 
 

Yth Pak Ghozalli y.b.,

Saya sangat sependapat dengan anda........ silahkan diresponse oleh para
tetua......................:-))

Salam,

-----Original Message-----
From: mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com
[mailto:mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com] On Behalf Of mailto:ghozalli2002%40yahoo.com
Sent: Friday, April 19, 2013 4:15 AM
To: mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Sayang Sekali

Dear member, setahun yang lalu milis Budaya Tionghua masih ramai dikunjungi
dan diposting membernya. Namun sekarang sepi bagaikan gurun Gobi. Milis
Budaya Tionghua penuh dengan keunikan dan memori indah. Sayang untuk
ditinggalkan begitu saja. Saya tahu sekarang sudah ada Facebook namun tidak
semua pemain daring menggunakannya. Walaupun dahulu banyak member (terutama
member baru) takut masuk ke dunia "kangouw" budaya Tionghoa karena suka
dikeroyok ramai ramai oleh para pendekar Liang San tetapi justru disana
keunikannya. Saya bukanlah moderator dari milis ini tetapi entah mengapa
saya konsern dengan keberadaan milis ini. Saya tahu banyak suhu budaya
Tionghua kini sudah naik gunung. Banyak pertanyaan yang menyangkut budaya
Tionghoa tak terjawab. Malah pertanyaan saya tentang topik menarik "Tour ke
Akhirat" toh tidak bergaung. Oleh karena itu saya himbau kepada para
pendekar, para begal, para begundal, dan para suhu untuk turun gunung.
Tunjukan ke punsuan mu, mari ramaikan lagi milis ini. Sumbangkan ke ahlian
mu untuk mencerahkan mereka yang membutuhkan penjelasan tentang budaya
Tionghua. Sayang ilmu kalian disimpan begitu saja - tularkan pada yang lain
supaya budaya Tionghoa tetap langgeng di bumi Nusantara sesuai misi dari
komunitas ini. Jangan jadikan milis ini seperti gurun pasir tetapi jadikan
seperti sekolahan atau loytay ajang pertandingan yang ramai disaksikan
orang. Semoga saja himbauan saya ini mendapat sambutan dari member lain.
Salam TG ("pendekar" kesepian) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryR
smartphone

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (21)
Recent Activity:
.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

MARKETPLACE


.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar