Senin, 27 Oktober 2014

Kebajikan, Kerjasama Sosial, dan Sistem Pendukungnya

Talk in KUNCI
View this email in your browser

Kebajikan, Kerjasama Sosial, dan Sistem Pendukungnya

Kamis, 6 November 2014, pukul 16.30 WIB
di KUNCI Cultural Studies Center
Jalan Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta

(scroll for English version)

KUNCI mengundang anda untuk berpartisipasi dalam diskusi yang membahas makalah Yonchai Benkler dan Helen Nissenbaum (2006) yang berjudul Commons-based Peer Production and Virtue, bersama Nuraini Juliastuti dan Syafiatudina. Dalam makalah ini, Benkler dan Nissenbaum merujuk pada commons-based peer production sebagai proses kerja kolaborasi yang melibatkan banyak orang dalam memproduksi informasi, pengetahuan, dan produk budaya lain secara efektif. Kerja produksi bersama ini muncul dalam lingkungan jejaring digital dan telah berhasil menciptakan open source software serta Wikipedia. Namun tidak hanya pada produk yang dihasilkan, Benkler dan Nissenbaum lebih jauh membahas soal bagaimana proses kerjasama yang termediasi secara digital ini mampu memfasilitasi niat baik dari para sukarelawan ini dan mengatur kontribusi berdasarkan norma sosial yang mereka ciptakan sendiri. Berbeda dari konsep mapan mengenai kerjasama sosial yang mengandalkan ikatan kuat komunitas untuk menciptakan tujuan bersama, commons-based peer production ini justru diwujudkan oleh para sukarelawan yang tersebar di lokasi berbeda-beda. Diskusi ini akan bergerak bolak-balik di antara artikel Benkler-Nissenbaum dan berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Apa saja hal-hal yang dipertaruhkan dan membantu transformasi kerja kolaborasi menjadi gerakan sosial?

Diskusi ini adalah bagian dari seri Made in Commons (MIC) Indonesia. MIC Indonesia (http://madeincommons.net/) adalah eksperimen tentang commons sebagai kategori yang sedang diciptakan dengan cara melakukan hal-hal bersama-sama dan menelusuri apa yang sama-sama kita punyai. Proyek ini didukung oleh ArtsCollaboratory.


(English version)

KUNCI invites you for a discussion on Commons-based Peer Production and Virtue by Yonchai Benkler and Helen Nissenbaum (2006). This event will be facilitated by Nuraini Juliastuti and Syafiatudina of KUNCI. In their paper, Benkler & Nissenbaum defined commons-based peer production as a collaboration among many individuals who effectively cooperate to produce information, knowledge or cultural goods. This type of co-production emerges along with digitally networked environment and has succeeded in conceiving open source software and wikipedia. Furthermore, the authors elaborate how digitally mediated collaborations accomodate participatory works and arrange different contributions based on self-invented norms.

Unlike established conceptions of social cooperation that rely on a tightly knit community with many social relations to reinforce the sense of common purpose, commons-based productions are realized through a large and geographically dispersed group of otherwise unrelated participants. This discussion will inteperse the reading on Benkler and Nissenbaum's essay and various social movements in Indonesia. What are at stakes and how do collaborative works transform into a social movement?

This event is a part of Made in Commons (MIC) Indonesia. MIC Indonesia (http://madeincommons.net/) Made in Commons is series of experiments on commons as categories in the making by ways of doing things together and exploring what we have in common. The project is supported by ArtsCollaboratory.


(Ilustrasi diambil dari buklet yang dihasilkan oleh Reinaart Vanhoe dalam periode residensinya di KUNCI. The illustration is taken from a booklet produced by Reinaart Vanhoe during his residency period in KUNCI.)

Copyright © 2014 Kunci Cultural Studies Center, All rights reserved.
You are receiving this email because either you had sign up to KUNCI mailing list or we consider you as our colleague.

Our mailing address is:
Kunci Cultural Studies Center
Ngadinegaran MJ3/100
Yogyakarta 55143
Indonesia

Add us to your address book


unsubscribe from this list    update subscription preferences 

Email Marketing Powered by MailChimp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar